Aku si Figuran dalam Ceritaku

Fajarkah kau apa Senja 



Kesamaan tokoh, alur, tempat dan moment pada tulisan ini saya rasa hanya kebenaran semata. Karna tidak ada juga yang mau di jadikan tokoh Figuran pada jalan cerita hidup sendiri. Aku bukan tokoh utama dalam ceritaku. Nur sepenggal nama indah yang jika dirangkai dengan sepenggal nama lainnya yang berarti cahaya kelembutan. Percis. Nama adalah Do’a oleh pemberinya. Kelembutan, pengertian, rupa dan sikapnya begitu istimewah, menyanjung dan mengagumkan.
Tidak banyak yang ku tau dari dirinya, lagunya, alerginya akan beberapa jenis makanan, candanya, keturunan keluarga mana, si pilek saat si konsen, penakut, tokoh biru berkumis berkantong ajaib asal negri tirai bambu kesukaannya.
Menjadi figuran di kehidupan sendiri bukan sesuatu yang buruk. Perkenalan tanpa rencana, tapi semua moment benar-benar terencana. Siapa yang tau kalau semua yang terjadi akan pupus, tidaaak adaaa..
Ini hanya soal siapa yang beruntung, tapi aku bukan iseng-iseng untuk sebuah hadiah. Aku terlahir dengan penuh kerelaan barangkali, hingga setelahku tau hubunganku dapat merusak hubungannya. Masih siap siaga dalam penantian.
Aku benar-benar tersihir oleh sikapnya, sempurna untuk sebuah harta yang hidup.

Akan ku tulisakan kau dalam puisi,

Kau tak dapat aku miliki walau aku melihatmu, merasakan dan mendengar.
Fajarkah kau ?,  yang datang dengan hangat mengusir dingin embun pagi, dengan cahaya merayap, menyertai kicauan burung yang terusik silau, tercubit panas.
Senjakah kau ?, pergi meninggalkan punggung, perlahan dingin mengutuk. Menyisahkan ke-oranye-an di langit-langit, gambar indah yang segera sirna oleh kepergian.

Aku pernah memastikan hal serupa “jika nanti kau harus pergi, pergilah dan jangan menoleh kebelakang, pilihanmu menguatkan ku akan pada cinta. Cinta yang telah ku dekap, lalu ku lepas karna dalam perebutan boleh menang atau kalaupun kalah terserah. Tapi, jangan buat apa yang di perebutkan tersakiti hingga terlukai".



 

                                                                                                                                           Kamu Egois

Komentar