Dua hari di Kemendagri No 52

 

    Pagi ini ku mulai hari saat matahari sudah sedikit mantap untuk  bersinar, tidur ku tadi malam sangat tercukupi dan aku siap untuk hari kedua ku disini. Hari ini aku dan bang Firman berencana untuk safari menuju pantai di Kemendagri No 52.02.  pagi itu sebelum berangkat kita menyempatkan diri untuk makan bersama dirumah. Aku makan dengan lahap dan tidak menemukan kendala soal rasa, cocok dengan aku punya lidah. Terimakasih bang Firman. 


Sumber dokumentasi pribadi




    Kita mulai berbenah dan menyiapkan beberapa perlengkaapan, aku membawa hamok dan baju ganti karena rencananya nanti akan bermain dengan air di pantai. Tak lupa perlengapan tempurku canon 750d untuk menembak apapun yang bisa di tembak. Ohiya di sini kami tidak hanya berdua. Ada bang Idris yang menemani, bang Idris adalah sohib bang Firman di komunitas motor, kalau tidak salah. Rencanaya bang Idris akan ikut serta di perjalanan ini, tiga orang dengan dua motor. Perjalan yang akan kami tempuh lebih kurang 41 km atau satu jam lebih. Di rute yang akan kami lewati, kami tidak ingin melewatkan wisata budaya di siini. Desa wisata yang telah di tetapkan sabagi cagar budaya dan wisata.

    Desa wisata ini di kenal karena masih menerapkan adat istiadat suku sasak dalam kehidupan sehari harinya, ini membuatku penasaran, sebelumnya aku pernah berkunjung ke desa suku badui di lebak, banten. Hampir serupa dimana desa ini telah di tetapkan sebagai desa wisata dikarenakan  mempertahankan kebiasaan adat istiadat suku dalam kesehariannya. Ada kesamaan dan juga perbedaan dari kedua suku ini, kalian bisa mencoba untuk merencanakan kunjungan kesalah satu desa tadi. Agar kalian bisa belajar hal-hal lain dan tentu menambah pengetahuan kalian akan dari berbagai kultur suku-suku di Indonesia. Aku mungkin tidak mampu menjelaskan ke unikan dari tiap desa ini, karena keterbatasan pengetahuan dan baru pertama kali, sulit untuk merekam semua yang guide tour terangkan. Lebih afdol kalau kalian dapat melancong sampai di sini, menghidupkan roda perekonomian disini dengan berkunjung dan berbelanja kain songket, kopi, madu, gelang, dan souvenir tenun lainnya. Selain menambah pengalaman kalian tentunya.

  Setelah cukup di rasa untuk berkeliling, dan ternyata kami mulai lelah . guide pun telah menyelasaikan tugasnya menemani berkeliling, aku melengkapi dengan mendokumentasikan diri bersama bang Firman dan bang indris. Istrahat sejenak, karena matahari sedang di puncak peredarannya. Dirasa cukup dan tenaga sudah terisi kembali, bang Firman memberi aba-aba untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju spot yang sudah kami elu-elukan sejak tadi di basecamp IGLOO OUTDOOR

    Perjalan ini sangat keren ku pikir, sama seperti view di hari kesatu dimana motor kami pacu untuk naik dan turun bukit di aspal hitam mulus, jadi gak perlu lagi  khawatir soal kondisi jalannya. Kemendagri No 52 sudah banyak melakukan peremajaan untuk lintas menuju tiap-tiap spotnya. Kurang dari satu jam dari desa tadi kami sudah tiba di pantai, telah melewati kondisi jalan perbukitan sesekali menampilkan pantai-pantai yang di miliki di sekitar Kemendagri No 52.02 tiap kali kami sampai di puncak bukit yang kami lalui.

    Dan, jreeeeng… pasirnya putih bersih luas pula. Aku saja sampai lelah setelah mencoba berlari mengitari sisi satu pantai ke sisi satunya lagi, bersiiih..airnya biruu.. ombaknya juga terkenal cukup menantang untuk belajar surfing bagi pemula. Aku hampir mencobanya tapi ku urungkan karena menyesuaikan budget juga. Masih hari kedua bos kuh, kalem kalem ae, seng jelas aman, terkendali dan menikmati, gak mesti mewah, tapi sensasi untuk sampainya ini yang mahal.

    Kami membeli dua botol air mineral untuk kemudian di seduh bersama kopi yang kami bawa. Bermodalkan perlengkapan dari basecamp, karena hammock yang ku bawa tidak menemukan dua pohon yang kuat dan berdekatan maka, hammock hanya di jadikan alas untuk berbaring hehe. Ada bamboo seukuran satu hasta bertumpuk di sisi kami.  Olehku ku susun berjajar untuk kemudian aku bisa rebahan di sana. Puas sih itu, habis rebahan main air laut, main pasir, godain anjing (hewan) yang lalu lalang. Eh iyaa ada yang foto prewedding  juga. Ya karena bagus dan viewnya cocok juga buat pecinta pantai. Nanti ku kasih gambarnya klw bisa di posting juga. Ah,hari yang melelahkan, di jalan pulang aku sempat terkantuk dan terlelap di boncengan, bahaya itu. Aku sudah berusaha untuk menahannya tapi emang sulit, tapi akhirnya rasa  kantuk hilang dengan ku bawa diriku untuk ngoceh-ngoceh sendiri dan kadang sambil nyanyi nyanyi gak jelas. Ada satu tempat makan legendaris disini nasi puyung. Cobain lah, recommended buat yang suka pedas, aku sih nagih dan pengen sedikit lebih pedas lagi, masih bisa kayaknya. Yah, udah ngantuk. Besok kita lanjut, semoga besok niat menulis ku ini masih terus bertahan...

Komentar

Posting Komentar