Satu hari di Kemendagri No 52

 

04/10

Setelah membaca banyak hal tentang Kemendagri No 52, akhirnya Aku tiba jua. Melalui beberapa proses, artikel terkait, informasi terupdate tujuan, dan kondisi cuaca dan keadaan di tengah kondisi berikut ini. Seminggu lamanya berusaha menemukan banyak hal yang perlu di ketahui. Aku berkenalan dengan seorang teman melalui media Instagram olehnya Aku mendapatkan beberapa informasi dan akhinya di kenalkan oleh seseorang teman lagi, ia bang Endar, melalui info dan arahan kak Tietien akhirnyaa kita saling berkabar dan bertukar pikiran mengenai misi Aku menuju Kemendagri No 52. Dari bang Endar yang dengan sangat sigap membalas chat Aku di whatsup Aku di kenalkaan dengan seorang temannya yang bernama bang firman. Setelah mencoba berkomunikasi dan berbagi info, akhirnya Aku siap untuk berangkat. Aku sudah menentukan jadwal keberangkatan pada 4 hari sebelumnya dari keberangkatan  Aku. Minggu  pagi tadi Aku tiba di Kemendagri No 52. Dimana bang Endar sudah menunggu Aku di depan bandara. Secangkir kopi kedai setempat menemani pertemuan pertama kami, di buka dengan obrolan sederhana namun bersahabat menjadi cerita tersendiri di pagi tadi. Aku yang terkesima dengan cara bang Endar mensuasanakan diri dengan orang baru seperti ku, itu keren sih. Setelah berbincang-bincang sedikit akhirnya kami bergerak menuju kediaman bg Endar. Disana aku di pertemukan kepada bang Firman sosok yang hari ini menemani  ku berkunjung ke Kemendagri No 52.03.

Rencananya kami akan berkunjung ke beberapa pantai dan bagunan bersejarah disana. Tepat 10.30 wit aku dan bang firman berangkat menuju Kemendagri No 52.03 setelah izin dan berpamitan dengan bang Endar dan beberapa temen-temen disana. Membutuhkan waktu hampir 2 jam hingga sampai di lokasi yang ingin kami tuju. Bang Firman yang merupakan warga asli Kemendagri No 52 sudah hapal betul jalan yang akan lalui. Menggunakan motor kami melintasi aspal hitam yang sekaraang sudah mulus dan cukup ramai. Lebih ramai dari terakhir kali bang Firman berkunjung, 2016 silam ujarnya. Ini perjalanan terbaik menurutku, melintasi pohon sengon yang daunnya mulai berguguran hingga pohon yang sudah kering berjajar di  kanan kiri jalan. Kami sempat berhenti dan mengambil beberapa gambar untuk di abadikan secara visual. Pagi tadi ternyata pengunjung cukup banyak, karena akhir pekan kelihatannya. Mereka dating berkunjung dengan keluarga dan sebagaian sepertinya komunitas motor, tidak sedikit pengunjung yang berpasang-pasangan juga. Dari  sekedar berfoto ria hingga bermandi-mandi di pantai. Saat kami menuju bagunan bersejarah itu, disana ada Meriam yang cukup besar yang di bangun oleh jepang ( ada tulisannya ) hehehe.setelah mengambil beberapa foto. Bertemu dengan temen-temen  yang mengendarai motor klasik. Saling menyapa dan ngobrol ngobrol sedikit kian melengkapi suasana. Namun kami tidak bisa ngobrol lebih banyak karena waktu dan perjalanan yang berbeda. Kami melanjutkan perjalan kembali menuju pantai yang cukup eksis di sini. Informasi pantai ini  beberapa hari lalu menjadi bacaanku juga dalam malam-malamku sebelumnya. Sesampainya, karena terik dan matahari terlihat sangat bersemangat untuk menghangatkan, kami memilih mengalah dan tertarik untuk makan. Bang Firman merekomendasikan untuk ku coba satu makanan khas daeraah ini, enak, cita rasannya di terima dengan baik oleh lidahku, aku menyukainya, walau itu hanya kangkung dan toge, mantap sambelnya. Memerhaatikan bule ngomong Indonesia jadi daya tarik ku saat itu, fasih bener. You know what I think, bule, pantai, mandi, pakaiannya. Gpp.. selow..

Makan sudah, melihat lihat sekitar sudah, ada dua bukit yang menarik di kanan dan kiri sisi pantai. Tak luput dari  pencapaian kaki-kaki kami. Lelah aku, sempat merebahkaan diri, aangin laut sepaay sepooi.
tak lama kami putuskan untuk bergerak kembali menuju kediaman bang Firman di Kemendagri No 52.01. Disana kami kedatang bang Reza, yang nanti juga akan menemaniku ke tempat terbaik di Kemendagri No 52 juga bersama bang Firman dan bang Endar. Sedikit berbicang mengenai plan untuk hari ke 10 dan 11. Besok masih ada hari baik dan kemauan baik untuk mengenal negeri sendiri. Sehat sehat dan tetap cuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan. 

Komentar