LAJANG LINTAS JALAN JAUH
KALAJENG-KING
Kutemukan
sosok orang ini di sekitaran sebuah jam besar di sisi barat indonesia dengan
ketinggian 930 mdpl bersama seorang pimpinan tuan rumah yang menjamu juga
menjamuku. Dengan penampilan khasnya menggunakan kemeja flanel dengan kaos
dalam organisasinya. Rambut gondrong bergelombang di tutupi topi. Dia berasal
dari salah satu universitas islam di kota makassar. Dia cukup mengenal beberapa
orang dari kota ku. Tetap dengan orang-orang yang juga berlatang belakang
organisasi penggiat alam bebas, salah satunya sahabatku dari sebuah intitut
teknologi ternama di kotaku. Sekilas orang ini terlihat cuek, tapi siapa sangka
dia pemerhati juga. Gaya bicaranya yang khas daerahnya, serta candaannya yang
kocak juga humoris. Beberapa kali dia menggunakan bahasa yang tidak kami
mengerti sebagai candaan dan gurauwan. Jujur aku juga tidak mengerti apa itu,
tapi sudahlah dia dan beberapa dari kami terlihat memahami bahasa itu. Dan beberapa dari kami pun mulai mengikuti apa yang kami
dengar tadi..
Sejak
perjumpaan selama 2 hari, diketahui kunjungannya kemari juga tengah melakukan
perjalanan misi hebat, yaitu mendaki 20 puncak di indonesia yang ia mulai dari
sisi barat indonesia. Banyak bercerita tentang perjalanan yang sudah ia lalui
hingga perjumpaan kami selama 10 hari. Dan sudah 4 gunung yang ia selesaikan
perjalanannya. “Sukses kawaan”
Apa
yah, tidak ada kata-kata hebat atau motivasi dasyat atau apapun itu yang buat
aku terkesima atau kagum. Lebih mungkin kesederhanaannya dalam berfikir dan
cara ia memandang hidup terdengar sangat relevan tanpa harus muluk-muluk atau
bisa jadi pengalaman hidupnya yang penuh kegilaan dan kenakalan remaja sempat
sedikit ia ceritakan, bagaimana ia menjalani itu lalu berusaha menyadari
keberadaan orang-orang disekitarnya dan mencoba untuk berubah. Oiya ada satu
cita-cita yang sedikitpun mungkin tak pernah diduga oleh orang banyak jika sekilas kita
lihat dari penampilan dan berbagai aktifitas kegiaatan alam lainya. Aku mendukung
dan menanti cita-cita muliannya yaitu membuat tempat pendidikan keagamaan
gratis di daerahnya.
Satu
hal lain yang juga membuatku, seperti tersadar. Ia berpendapat bahwa “sungguh
merugi buat remaja yang kini masih berada bersama kedua orangtuanya namun tidak
mendengarkan juga menyianyiakan waktu untuk bersama”. Ia mengatakan “apa yang
paling berharga di dunia ini, berapakah harga emas satu gram ? seribu gram ?
bisa kita dapat dengan berkerja selama masih bisa. Kebersamaan satu detik
dimana bisa di beli ? berapa harganya ?. jadi, semua ada waktunya. Saat ingin
menikmati nikmati, nikmati dunia. Saat sudah bersiap untuk berkerja, fokus
berkerja kira-kira seperti itu”. Memang tidak ada indikator benar atau salah,
karna setiap orang datang dari latar belakang yang berbeda, ditempah dengan
lingkungan yang berbeda juga punya jalan rezeki yang juga berbeda dimana
masing-masih orang telah diatur jalannya oleh Tuhan, pikirku.
ku terima undangan kesana abanda ji, makassar kah ? untuk ku tagih flanel mu dan tas pinggang itu.
“banyak yang tanya ji, jalan
kesana jalan kesini dari mana biaya ji, tenang bos ada Tuhan. Semua bisa Tuhan
kasih ji memalui orang-orang di sekitar kita toh”, (ANDI ISKANDAR)
Komentar
Posting Komentar